Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts
Wednesday, February 22, 2012
The Dark Side of the Moon: Experience Edition
album Dark Side of the Moon yang di rilis pada tahun 1973 menandai titik balik kreatif Pink Floyd. Setelah merangkak dari klab dan panggung bawah tanah London sejak 1967, PinkFloyd telah menemukan pijakan artistik mereka yang lebih mapan, pasca kepergian sang founder Syd Barrett di tahun 1969. Dark Side (baca: sisi lain) bagi karir band ini adalah kesuksesan secara komersial.
berada di peringkat 1 beberapa negara membuat pink floyd jadi ikon baru rock star yang di puja secara global. Sebelumnya, album album Pink Floyd terkesan berlalu begitu saja, seperti komposisi ambisius di album atom heart mother atau melankolis nya meddle yang tak begitu gaung. tapi Dark Side memiliki keduanya dan terangkai lebih artistik. Anda tidak bisa memisahkan setiap track dari album, karena mereka semua terikat bersama-sama dengan transisi antar track yang dinamis tapi lembut. Band ini (bersama dengan sound enginer Alan Parsons) menemukan cara untuk memadukan musik dan me-reproduksi nya menjadi satu kesatuan. teknik yang sama di pakai oleh the beatles dan led zeppelin, tapi Dark Side of the Moon berhasil melakukannya dengan cara yang jauh berbeda.
Monday, January 2, 2012
Animals -Fable di era Kapitalisme
Album Animals memang banyak dikritisi : ‘underrated’ karena banyak yang menganggap album ini mengecewakan.
Animals was trashed by Rolling Stone when it came out because they were expecting a continuation and an improvement of the Spatial Melancholy of Dark Side Of The Moon and Wish You Were Here.
Mungkin orang masih berharap sesuatu yang senada dengan Dark Side of The Moon yang fenomenal itu, atau Wish You Were Here yang melankolis dan sendu. Tapi ya begitulah, Progress of Pink Floyd , selalu berubah dan berkembang. Album ini tak lagi mengenai hilang kesadarannya syd barrett, atau sebuah masterpiece komposisi musik seperti yang di tata megah dalam ruang Dark side of the moon. tapi lebih mengenai fenomena humaniora, sebuah tragedi kegagalan kapitalisme yang brutal and uncountable. dan album ini lebih bersifat memorable, pengingat mengenai kecacatan industry besar dengan dampak pengangguran yg tinggi di saat itu dan juga sebagai pengingat betapa hidup itu kadang begitu menyedihkan.
pernyataan pernyataan roger waters di album ini memang sebuah kenyataan pahit. semenjak revolusi industri. roger waters beranggapan betapa kurangnya dukungan dukungan terhadap kaum buruh dalam jenjang kasta kapitalisme. orang orang di gembalakan dan di peras layaknya domba ["sheep"], setelah di peras habis keringatnya domba domba itu di pecat dan di buang begitu saja. banyak orang kehilangan pekerjaan/atau malah terus bekerja keras di masa masa tua seharusnya mereka beristirahat. dan kadang di akhir mereka justru kehilangan tanah, rumah sebelum akhirnya mati kelaparan. buruh buruh di cuci otaknya dengan impian impian televisi mengenai kesejahteraan, tapi dalam kapitalisme ada sebuah rumus recycle para elit yang menggariskan bagaimana ketika para buruh mendapat upah- segera mereka menghabiskan nya dengan membelanjakan produk produk kapitalis juga- yang secara tidak langsung mengembalikan pundi pundi kepada para pengusaha lagi. ironis. dan roger waters berteriak teriak dalam album ini bahwa sekat sekat tembok yang menghalangi pandangan itu harus di rubuhkan.
Sunday, January 1, 2012
Piper At the Gates of Dawn : Sketsa Awal Pink Floyd
go to time machines, and go back to ’60s, Album pertama pink floyd- di bawah kepemimpinan Syd barett. album yang membuat saya sakit kepala sampai sekarang mencoba memahaminya, tapi, katanya album ini mampu memecah kebosanan publik inggris terhadap music. dengan cepat interstellar overdrive menjadi lagu kebangsaan kalangan underground hingga komunitas punk di inggris saat itu.
Piper At the Gates of Dawn. Album pertama Pink Floyd ini merupakan sketsa awal Pink Floyd yang sangat psychedelia, di dominasi suara gitar yang sangat garage, ditimpali bunyi-bunyian aneh, namun tetap harmonis dengan montase melodi melodi bagus. Ini adalah salah satu dari sedikit album yang tidak akan menua meskipun didengarkan ribuan kali di era apapun. Dan satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk kehebatan Piper adalah sang jenius yang kemudian menjadi gila, Syd Barret.
Interstellar Overdrive’, that’s just the title, you see, it’s actually an abstract piece with an interstellar attachment in terms of its name.” -R. Waters.
Subscribe to:
Posts (Atom)

