Tuesday, January 3, 2012

Pink Floyd Reunion, Live 8 concert



Pada 2 Juli 2005, Pink Floyd kembali reuni di konser Live 8, London, dengan Roger Waters, David Gilmour, Nick Mason dan Richard Wright. Ini adalah konser bersama mereka yang pertama dalam 24 tahun, setelah Earl’s Court di London pada 1981. 

The Madcap Laughs, Syd Barrett's first solo album, was released in the UK on this day, 1970.


Monday, January 2, 2012

Animals -Fable di era Kapitalisme


saya tiba tiba teringat album pink floyd “ANIMALS” – Dog! mungkin saya sedikit berlebihan, tapi Roger waters begitu jenius dalam album ini. dia meramu segala sesuatu untuk menggambarkan situasi tahun 1977 di inggris raya dalam album ini- dan kenyataannya situasi pada waktu itu di sana tak jauh beda dengan situasi di sekarang. yaitu, betapa manusia berperan dan berprilaku layaknya babi, anjing, domba atau mengutip kalimat George Owell dalam bukunya The Animal Farm situasi saat itu seperti "Plain of human nature".

Album Animals memang banyak dikritisi : ‘underrated’ karena banyak yang menganggap album ini mengecewakan.
Animals was trashed by Rolling Stone when it came out because they were expecting a continuation and an improvement of the Spatial Melancholy of Dark Side Of The Moon and Wish You Were Here. 
Mungkin orang masih berharap sesuatu yang senada dengan Dark Side of The Moon yang fenomenal itu, atau Wish You Were Here yang melankolis dan sendu. Tapi ya begitulah, Progress of Pink Floyd , selalu berubah dan berkembang. Album ini tak lagi mengenai hilang kesadarannya syd barrett, atau sebuah masterpiece komposisi musik seperti yang di tata megah dalam ruang Dark side of the moon. tapi lebih mengenai fenomena humaniora, sebuah tragedi kegagalan kapitalisme yang brutal and uncountable. dan album ini lebih bersifat memorable, pengingat mengenai kecacatan industry besar dengan dampak pengangguran yg tinggi di saat itu dan juga sebagai pengingat betapa hidup itu kadang begitu menyedihkan.

pernyataan pernyataan roger waters di album ini memang sebuah kenyataan pahit. semenjak revolusi industri. roger waters beranggapan betapa kurangnya dukungan dukungan terhadap kaum buruh dalam jenjang kasta kapitalisme. orang orang di gembalakan dan di peras layaknya domba ["sheep"], setelah di peras habis keringatnya domba domba itu di pecat dan di buang begitu saja. banyak orang kehilangan pekerjaan/atau malah terus bekerja keras di masa masa tua seharusnya mereka beristirahat. dan kadang di akhir mereka justru kehilangan tanah, rumah sebelum akhirnya mati kelaparan. buruh buruh di cuci otaknya dengan impian impian televisi mengenai kesejahteraan, tapi dalam kapitalisme ada sebuah rumus recycle para elit yang menggariskan bagaimana ketika para buruh mendapat upah- segera mereka menghabiskan nya dengan membelanjakan produk produk kapitalis juga- yang secara tidak langsung mengembalikan pundi pundi kepada para pengusaha lagi. ironis. dan roger waters berteriak teriak dalam album ini bahwa sekat sekat tembok yang menghalangi pandangan itu harus di rubuhkan.

Punks hate Pink Floyd?

johny rotten - sex pistols

Pernah dalam suatu film, seorang punker merobek sebuah poster cover dark side of the moon, pink floyd. sebuah adegan simbolik, betapa para punkers menyimpan kebencian terhadap dark side. bagi para punkers yang sempat mengagumi musik "underground" piper at the gates of a dawn, Dark Side, dengan kecenderungan berpanjang-panjang, orkestrasi, dan bunyi-bunyian aneh tanpa bentuk semacam musik pengantar tidur (atau pengantar mabuk) adalah kemapanan yang berbahaya dan harus di tolak. Selain juga karena Dark Side adalah album yang sangat laku. Di Inggris satu dari empat keluarga diperkirakan memiliki Dark Side, sedangkan di Amerika Serikat satu dari 14 laki laki dewasa diperkirakan memiliki kopi album ini. Masih di Amerika Serikat album ini masih laku di atas 90,000 kopi setiap minggu nya.di tambah konser pink floyd era dark side yang kebanyakan super megah dan mahal.

Fakta bahwa Dark Side sangat laku bisa menjadi alasan tambahan untuk makin membenci album ini. Antipati generasi punk saya pikir berlaku juga untuk semua album Pink Floyd yang lain, yang juga hampir sama secara konsep dengan Dark Side. Album Wish You We Here misalnya adalah album dengan lagu-lagu yang luar biasa panjang yang harus didengarkan secara kusyuk tanpa jeda.

Namun kalau ada album Pink Floyd yang tidak bisa ditolak oleh siapapun, termasuk penggemar musik punk yang paling taat, album itu adalah album pertama Piper At the Gates of Dawn.

Relics

PINK FLOYD - The lost documentary


The Wall (Full movie)

Shine On, Syd !

roger waters, nick mason, syd barret, richard wright


Sulit memisahkan band berjuluk “London’s farthest-out group” ini dengan Syd Barret, begitupun sebaliknya. karena Syd Barret adalah jantung dari Pink Floyd di awal karirnya. Seorang pria misterius asal Cambridge yang meledak ledak dalam piper dan selanjutnya kesepian selama puluhan tahun sesudahnya. 

Syd Barret awalnya adalah seorang mahasiswa kesenian, tiba di London pada September 1964 untuk mempelajari seni lukis sebelum ia akhirnya menjadi vokalis-gitar di Pink Floyd pada tahun 1965. Barret mencintai melodi music The Beatles dan pop bernuansa blues milik Rolling Stone, tapi dia juga menyukai tuning gitar yang ganjil serta teknik slide yang aneh. Dia menjadi tertarik pada spontanitas yang lebih longgar disaat memainkan rock and roll. Nama Pink Floyd dipilihkan oleh Syd Barret setelah sebelumnya band tersebut tiga kali ganti nama, dari Sigma 6, The Abdabs, lalu The Tea Set. Pink Floyd diambil dari nama depan dua musisi blues yang kurang tenar; Pink Anderson dan Floyd Council. Pada tahun 1966 Pink Floyd meneken kontrak dengan EMI yang nilainya cukup tinggi pada waktu itu yaitu 5000 poundsterling. Album perdana Pink Floyd “The Piper at the Gates of Dawn” pun keluar dan melesat bagai kekuatan dengan potensi yang tak tertandingi di kancah rock underground Inggris, walau tampak jelas bahwa Barret adalah motor mereka yang imajinatif. 

Infographic about Pink Floyd’s DSotM album

Sunday, January 1, 2012

Piper At the Gates of Dawn : Sketsa Awal Pink Floyd


“I mean, it was done very well rather than considerably exciting. One thinks of it all as a dream.” -S. Barrett

go to time machines, and go back to ’60s, Album pertama pink floyd- di bawah kepemimpinan Syd barett. album yang membuat saya sakit kepala sampai sekarang mencoba memahaminya, tapi, katanya album ini mampu memecah kebosanan publik inggris terhadap music. dengan cepat interstellar overdrive menjadi lagu kebangsaan kalangan underground hingga komunitas punk di inggris saat itu.

Piper At the Gates of Dawn. Album pertama Pink Floyd ini merupakan sketsa awal Pink Floyd yang sangat psychedelia, di dominasi suara gitar yang sangat garage, ditimpali bunyi-bunyian aneh, namun tetap harmonis dengan montase melodi melodi bagus. Ini adalah salah satu dari sedikit album yang tidak akan menua meskipun didengarkan ribuan kali di era apapun. Dan satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk kehebatan Piper adalah sang jenius yang kemudian menjadi gila, Syd Barret.




Interstellar Overdrive’, that’s just the title, you see, it’s actually an abstract piece with an interstellar attachment in terms of its name.” -R. Waters.